Redamancy – I’m Not Ready Yet

Standard

 

picsart_11-12-12-42-06

Author: Winter

Cast:

  • Krystal Jung
  • Kai
  • Lee Ho Won / Hoya
  • Ahn Solbin

Other Cast:

  • Lay
  • Jennie Kim
  • Jeon Jung Kook

Length: Chapter

Description:

Krystal Jung seorang artis yang namanya sedang naik daun di Korea Selatan, memiliki tunangan bernama Lee Ho Won yang meninggalkannya ke New York untuk urusan bisnisnya. Selama menjadi LDR bersama Ho Won, demi mempertahankan popularitasnya Krystal harus berpura-pura menjadi kekasih dari seorang penyanyi yang menjadi lawan mainnya dalam sebuah drama bernama Kai . Bagaimanakah perjalanan hidup Krystal dengan dua orang kekasih? ketika hatinya mulai terbagi untuk dua orang laki-laki. Dapatkah ia mempertahankan hubungannya dengan Ho Won? Atau berpaling mencintai kekasih pura-puranya yang selalu menemani hari-harinya?

 

 

 

☆ミ☆ミ☆ミ☆

Redamancy (n.) the act of loving in return

Suara panggilan telepon berhasil mengusik tidur lelap seorang wanita cantik yang masih membalut tubuhnya dengan selimut hangatnya. Dengan sedikit enggan, gadis berumur 25 tahun yang biasa di panggil Krystal ini menirik lirik jam digital yang berada diatas meja nakas disamping Kasur empuknya. Pukul 04.30 pagi. ‘Siapa yang berani-berani menelponku sepagi ini?’ rutuknya dalam hati.

Tangan indahnya menjelajahi seluruh permukaan kasurnya mencari keberadaan benda tipis berwarna putih yang biasa dia letakan tak jauh dari posisi tidurnya saat ini. Setelah dapat, tertera caller ID ‘Tuan Ho Won’ disana, dengan segera Krystal menjawab panggilan tersebut.

“Haruskah sepagi ini?” ucapnya dengan malas. Demi Tuhan dia membenci seseorang yang menganggu tidur nyenyaknya.

“Maaf, aku tidak bermaksud menganggumu. Hanya saja aku tidak punya banyak waktu.” Jawab seorang laki-laki di sebrang sana yang tak lain adalah kekasih em bukan lebih tepatnya dia adalah tunangan Krystal. Lee Ho Won.

 

“Apa yang terjadi?”

 

“Aku akan ke New York”. Ucap Ho Won dengan nada serius.

 

“What??” hampir saja Krystal kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari atas kasur ketika mendengar ucapan Ho Won.

Lee Ho won, apakah kau ingin membuat pacarmu ini mendapat serangan jantung di pagi hari?, batinnya.

 

“Berapa lama kau akan pergi?” lanjut Krystal bertanya. Bahkan rasa ngantuk yang beberapa menit ia rasakah seolah telah hilang begitu saja.

 

“I don’t know. 6 months maybe.”

 

Krystal terdiam beberapa saat, mencoba mencerna semua kalimat yang dikatakan Ho Won padanya. 6 bulan katanya? Apakah setelah ini ia akan menjalani Long Distance Relationship dengannya? Haruskah ia menangis untuk mencegah kepergian Ho Won?

 

“Babe, Aku akan menjelaskan semuanya begitu tiba di New York. Pesawatku akan berangkat beberapa menit lagi..”

 

Tutt..

 

Ya Krystal sengaja memutus sambungan telepon dengan kekasihnya itu. Marah? Tentu saja. Semuanya hanya terlalu mendadak untuknya. Bahkan dia tak bisa mengantar Ho Won ke bandara.

Terlihat Ho Won mencoba untuk menghubungi Krystal kembali, namun dengan segera Krystal menolak semua panggilan laki-laki yang sudah menjalin hubungan lebih dari 1 tahun dengannya itu. Hingga akhirnya Ho won mengirimnya sebuah pesan.

“Aku akan segera kembali. Everything will be alright. Aku akan sering menghubungimu. Aku mencintaimu.”

Krystal  hanya bisa tersenyum miris membaca pesan singkat Ho Won, tanpa berniat untuk membalasnya. Entahlah, dia hanya membutuhkan waktu untuk semua ini.

 

“Kau selalu seperti ini Lee Ho Won. Begitu egois” Ucap Krystal menyesali perbuatan kekasihnya itu.

 

Waktu yang masih terasa begitu awal untuk memulai aktivitas hari ini. Bahkan matahari pun begitu enggan untuk meninggalkan peraduannya. Hembusan angin musim semi kembali menerpa tubuhnya melalui celah jendela yang terbuka. Sedikit berguling ke kanan dan ke kiri. Mengacak rambut blonde panjangnya. Gadis cantik bermarga Jung ini tidak memiliki semangat untuk memulai harinya, walalupun cuaca diluar sana membuat siapa saja ingin pergi ke luar, tetapi bukan untuknya, bisakah dia hanya berdiam dirumah hanya untuk hari ini? Dan tentu jawabannya adalah tidak.

Beberapa jam pun berlalu. Krystal mampu melawan sikap malasnya, ia tidak memerlukan banyak waktu untuk sekedar mandi dan memilih pakaian mana yang harus dia kenakan sesuai jadwalnya hari ini. Menetapkan pilihannya pada t-shirt putih polos dan skinny jeans biru muda sebagai bawahannya. Bahkan dalam balutan outfit yang sangat sederhana dirinya sudah terlihat sangat sempurna. Hari ini ia akan menjalani pemotretan sebuah majalah ternama di Korea. Jadi dia hanya mengenakan baju santai karena setiba dilokasi pemotretan ia akan kembali berganti pakaian yang sudah disediakan untuk sesi pemotretan.

“Yup, seperti ini saja cukup..”

Katanya puas melihat pantulan dirinya di cermin.

 

“Jung apa kau ada di dalam..?” teriak seorang wanita dari luar kamarnya.

 

“Hmm ya masuklah..”

Krystal melirikan matanya tepat kearah pintu kamarnya, dia sudah hapal betual siapa yang datang, wanita yang biasa manggilnya ‘Jung’ yang tak lain adalah sahabat sekaligus managernya, Ahn Solbin.

Solbin berjalan  memasuki kamar Krystal dengan tersenyum manis –Krystal membalasnya- yang berada di depan meja riasnya.

 

“Kau sudah siap?” ucap solbin semangat. Terkadang Krystal bingung dengan sahabatnya yang selalu saja ceria bahkan dihari-hari yang sulit sekalipun.

 

“Tentu saja.”

 

Krystal dan Solbin sedang berada didalam perjalanan menuju gedung agensi mereka. Selama perjalanan Solbin terus mengingatkan prihal jadwal yang dimiliki oleh artis sekaligus sahabatnya itu. Krystal hanya mengangguk sambil menikmati salad buahnya, mungkin hanya beberapa kata saja yang bisa ai tangkap karena Solbin berbicara dengan tempo yang cukup cepat.

Setibanya di salah satu gedung agensi terbesar di Korea Selatan, terlihat beberapa penggemar yang selalu setia menunggu kedatangan idol mereka. Tak lama setelah Krystal berjalan keluar dari mobil van yang ditumpanginya, dengan cepat teriakan dari para penggemar memanggil-manggil namanya. Seandainya dia memiliki waktu untuk sekedar menemui para penggemarnya tentu saja dengan senang hati ia akan melakukannya, tapi jadwal yang sangat padat tak mengizinkannya untuk melakukan hal tersebut.

Krystal ditemani Solbin memasuki sebuah ruangan dengan dekorasi serba putih, terdapat sebuah meja besar dengan beberapa kursi yang mengelilinginya.

 

“Apa kita akan meeting disini?” Tanya Krystal penasaran.

 

“Nope. Direktur Kim hanya ngin bertemu denganmu, ada sesuatu yang ingin disampaikan” Jawab Solbin yang terlihat sibuk dengan kertas-kertas ditangannya, Krystal hanya mengangguk mengerti.

Tak lama sesosok laki-laki berkacamata yang paling di segani seluruh orang dalam gedung ini memasuki ruangan dimana Krystal dan Solbin berada. Dia adalah Direktur Kim, pemimpin dari agensi dimana Krystal bekerja.

15 menit mereka berdiskusi, terlihat Direktur Kim yang mengambil alih semua pembicaraan. Sesekali Krystal menggelengkan kepalanya, dan melirikan mata ke arah Solbin.

 

“Tak ada penolakan, kau harus melakukannya bila ingin mempertahankan posisimu.”

 

Itulah kalimat terakhir yang diucapkan Direktur Kim, sebelum meninggalkan ruangan dimana Solbin dan Krystal berada.

 

“Apa dia sudah gila? Berpua-pura berpacaran katanya? Oh God. Seseorang tolong bunuh aku sekarang?” Krystal mengacak rambut blonde panjangnya dengan frustasi. Setelah kejadian pagi hari tadi dimana tunagannya pergi meningalkannya ke New York, dan kini dia harus kembali mendapat berita buruk dari atasannya.

 

“Calm down dear, kau hanya perlu sedikit berakting. Kau pasti bisa melakukannya” ucap Solbin mencoba untuk mereda kemarahan sahabatnya itu.

 

Krystal sedang terlibat disebuah produksi drama bersama dengan seorang penyanyi terkenal bernama Kai. Demi menaikan rating drama tersebut, produser drama meminta Krystal dan Kai  menjalin sebuah hubungan pura-pura. Karena banyak sekali penonton dari drama tersebut yang menginginkan mereka untuk menjadi pasangan di dunia nyata. Tentu karena alasan bisnis dan kelangsungan karirnya sebagai artis, Krystal harus menyetujui hal itu, terlebih ternyata pihak Kai sudah menyetujuinya juga.

 

“Ini bukan sekedar berakting Ahn Solbin. Ini adalah pembohongan public!” Ucap Krystal geram. Rasanya ia ingin membanting sesuatu untuk meluapkan emosinya saat ini.

 

“Oh come on. Dari awal kau sudah tahu dunia hiburan memang seperti ini. Penuh dengan kebohongan.” Krystal terdiam, benar yang dikatakan Solbin. Harusnya hal seperti adalah hal biasa, berpura-pura menjalin hubungan dengan artis lain demi popularitas adalah hal biasa. Namun hal seperti ini tak pernah terbayang akan terjadi pada dirinya sendiri.

 

“But you know, aku sudah bertunangan.?” Lirih Krystal, Ayolah Ahn Solbin, sahabatmu  sedang memohon kepadamu untuk menolongnya untuk membatalkan semuanya.

 

“Aku dan Direktur Kim akan berbicara pada Ho Won tentang hal ini. Pertunangan kalian akan dirahasiakan. Lagipula ini semua demi karirmu. Ho Won pasti akan mengerti. Dia sangat mencintaimu Jung, kau tak perlu cemas dia akan memustuskanmu.”

Bukan jawaban seperti itu yang Krystal harapkan.

 

“Kalian semua sudah gila!”.

 

Krystal melangkahkan kaki keluar ruangan meninggalkan Solbin. Solbin mencoba mengejarnya namun Krystal mempercepat langkahnya tak peduli dan segera pergi meninggalkan sahabatnya itu. Dia sudah muak dengan semua kejadian hari ini. Moodnya sudah rusak. Dia hanya ingin pergi dan menenangkan diri.

☆ミ☆ミ☆ミ☆

Lelaki berkulit tan bernama Kai itu  hanya mampu terpaku ditempatnya berdiri saat ini. Menatap pantulan dirinya pada cermin besar dihadapannya. Dengan sedikit bersusah payah, ia mencoba untuk kembali menstabilkan deru nafasnya yang terasa memburu. Berlatih dance selama 5 jam membuat ia dapat merasakan kini tubuh tegapnya mulai lemas dan kakinya sedikit bergetar.

 

“Ku kira kau sudah jatuh pingsan.” Kini ia menoleh ke arah sumber suara yang menganggunya. Terlihat sesosok laki-laki tersenyum ke arahnya.

 

“Kau datang hyung.” Ucapnya santai sambil mengelap tetesan keringat yang sedari tadi membasahi wajahnya dengan sebuah handuk kecil melihat kedatangan sahabatnya, Lay.

 

“Aku datang karena kau tak membalas pesanku.”

 

“Maaf, sejak tadi aku tidak mengecek ponsel.” Jawab Kai santai

 

“Kau belum melihatnya?”

 

“Melihat apa?” Kini Kai menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.

 

“Berita kau berkencan dengan Krystal, apa itu benar?” Tanya Lay penasaran, Dan sedetik setelahnya, seuntai kekehan ringan berkumandang lirih dari lawan bicaranya saat ini.

 

“Wow sudah tersebar rupanya. Mereka bekerja cepat sekali.” Kini Lay mulai menatapnya bingung.

 

“Ayolah hyung, kau pasti tahu ini semua adalah settingan.” Lanjut Kai yang semakin membuat Lay bingung sekaligus tak percaya.

 

“Jadi semuanya adalah palsu?”

 

“Tentu saja. Mana mungkin aku berkencan dengannya? Semuanya demi rating drama kami. Kau tahu aku tidak menyukai gadis sombong itu. Dia benar-benar bukan tipeku.” Kai mencoba menjelaskan kepada Hyung kesayangannya itu, diam-diam Lay tersenyum lega mendengarnya.

☆ミ☆ミ☆ミ☆

Suasana Coffee Shop malam ini tak seperti biasanya. Mulai banyak penggemar yang berdatangan ke tempat favoritenya untuk ‘melarikan diri’ membuatnya menjadi tak senyaman dulu, dimana Krystal bisa dengan santai menyeruput secangkir Americano sambil menikmati hiruk pikuk kota Seoul dari dalam café. Kini, dia harus meminta supir pribadinya untuk membelikan pesanannya dan menikmatinya di dalam mobil.

Tiba-tiba Ponselnya berbunyi. Krystal sempat berpikir bahwa Ho Won yang menghubunginya. Namun ternyata, Solbinlah yang menelponnya.

 

“Kau dimana??? Kai ingin bertemu denganmu.”  Teriak solbin di ujung sana.

 

Nyaris saja Krystal menyemburkan kopi yang sedang diminumnya.

 

“Apa katamu? Kai? Untuk apa? Rencana apa lagi ini Ahn Solbin?” Krystal mulai memburu Solbin dengan berbagai pertanyaan.

 

“Kalian harus sering bertemu agar semuanya berjalan lancar. Kau bahkan sudah menandatangani kontrak dan menyetujuinya Jung.”

 

Solbin kembali membahas prihal hubungan pura-puranya dengan Kai.

 

“Aku melakukannya bukan karena kemauanku!” Protes Krystal tidak terima.

 

“I know, ya whatever! Aku tidak ingin berdebat denganmu sekarang. Kai pasti sudah menunggumu sekarang. Aku sudah menyewa beberapa paparazzi di tempat kalian bertemu untuk mengambil gambar, jadi tolong bertingkahlah senatural mungkin. Jangan mencoba untuk merusak keadaan.”

Rasanya sia-sia saja Krystal melakukan penolakan. Dirinya sudah dibawah kendali agensi sekarang. Drinya tetap akan diarahkan untuk melakukan hal bodoh yang telah di setujuinya. Pura-pura berkencan dengan seorang laki-laki yang baru dikenalnya selama 3 minggu. Kini dia tak henti memikirnya Ho Won yang belum juga menghubunginya. Menebak-nebak apakah tunangannya itu sudah membaca berita tentang dirinya yang berkencan dengan Kai? Sungguh, Krystal hanya berharap semuanya akan segera berakhir.

TBC

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s