Cause You’re the Apple to My Pie [TOP-KRYSTAL FF/ CHAP2/ 2015]

Standard

mini_caramel_apple_pie_234

 

Title : Cause You’re the Apple to My Pie
Author : Winter
Genre : Romance, Crack, Comedy?
Length : 2 of ?
Main Cast :
• Choi Seung hyun a.k.a TOP
• Jung Soojung a.k.a Krystal Jung

Disclaimer : The casts is not mine, they’re belong to their management, their parents and God. But the plot is mine.

♥Xxxxxxxxxxxxxx♥

Pukul 7 malam, Soojung terlihat uring-uringan di atas ranjangnya. Terus berguling kesana-kemari, sesekali mengacak rambutnya lalu beralih menatap ponselnya.
Pikirannya melayang-layang. Menelusuri setiap kejadian yang telah menimpa dirinya akhir-akhir ini. Ya semenjak kejadian dimana dia bertemu dengan Seung Hyun, hidupnya berubah. Diam-diam kakak-nya telah merencanakan sebuah misi konyol untuk dirinya dan Seunghyun. Seungri mencoba untuk menjodohkan adik kandungnya sendiri kepada laki-laki berumur 27 tahun. Membayangkannya saja sudah cukup membuatnya merinding. Tidak kah Seunghyun terlihat seperti pedofil ketika harus menjalin hubungan dengan gadis yang usianya berpaut 8 tahun dibawahnya? Awalnya Soojung sempat melayangkan sikap protes kepada kakak-nya. Namun tak disangka ternyata Ibu-nya pun terlibat didalam skenario konyol ini. Teringat didalam benaknya percakapan beberapa hari yang lalu antara dirinya dan Ibunya..

‘Ayahmu sudah tiada. Seungri sebentar lagi akan menikah, ibu sudah tua. Harus ada yang membantu ibu untuk menjagamu. Seung hyun anak yang baik, dia juga sudah mapan. Ibu yakin kau akan bahagia bersamanya.’

‘Kau tega melepaskan anakmu kepada seorang pedofil?’

‘Kalian hanya berbeda 8 tahun. Tidak usah berlebihan!’

‘Tapi Aku tidak menyukainya!’

‘Mulailah suka padanya’

‘Ibu!’

‘Tak ada penolakan, Soojung-ah. Seorang ibu tahu mana yang baik untuk anaknya’

Soojung menutup wajahnya menggunakan bantal, ia hidup di era modern, tetapi kenapa ia tak bisa memilih calon pendping hidupnya sendiri? Tiba-tiba dia merasakan ponselnya bergetar. Tertulis sebuah pesan disana.

From : Jongin
‘aku didepan rumahmu’

Ya, Soojung memang meminta Jongin- sahabatnya untuk berkunjung kerumahnya. Ia hanya ingin berbagi cerita tentang apa yang telah menimpa pada dirinya beberapa hari belakangan ini. Soojung pun segera keluar dari kamarnya. Ketika sedang menuruni tangga tak sengaja matanya menangkap pemandangan diruang makan, dimana terdapat Ibunya, kakak-nya dan—-Seung hyun sedang berbincang-bincang. Ya lelaki ‘tua’ asal Seoul itu sudah seminggu berada dirumahnya.
Soojung pun melangkah keluar rumah, tak peduli. Tanpa sadar Seung hyun terus memperhatikannya dari belakang.

Memasuki musim gugur, cuaca menjadi agak lebih dingin, terutama ketika malam tiba. Tetapi Soojung dan Jongin memilih untuk mengobrol diluar rumah.

“Jongin-ah apa aku harus menyerah?” Soojung terlihat frustasi.

Laki-laki berkulit Tan itu hanya menghela nafas saat mendengar perkataan sahabatnya itu. Mungkin sudah kelima puluh kalinya Soojung bercerita hal seperti ini. Ketika salah satu anggota keluarganya berusaha untuk menjodohkan dia dengan seseorang. Dan posisinya hanya sebatas sahabat Soojung yang tidak bisa melakukan banyak hal. Jadi percuma saja dia menjawab atau memberi nasihat untuk Soojung karena pada akhirnya tidak akan berarti apa-apa.

“Apa perlu aku jawab?” Jongin memutar bola matanya malas.

“Aku tidak menyukainya, dia menyebalkan” Jawab Soojung singkat.

“Dia tampan.” Ucap Jongin santai, Soojung menatapnya kaget.

“Kau sudah bertemu dengannya?”

“Tentu saja. 2 hari yang lalu aku melihatnya ketika sedang berkunjung ke tokomu. Bahkan Seungri-hyung juga memperkenalkanku padanya.” Soojung menggeleng tak percaya.

“Sulit di percaya. Mereka bergerak sangat cepat. Apa yang dikatakan kakak-ku padamu?” Soojung mulai penasaran.

“Eum…ya dia hanya berkata ‘Jongin perkenalkan dia Seung Hyun—sahabatku, sekaligus kekasih baru adik-ku Soojung’ seperti itu” jelas Jongin sambil menirukan gaya bicara Seungri.

“Apa?! Ke—kasih? Hey bahkan tak pernah ada pengakuan diantara kami. Hah! Sepertinya aku benar-benar harus membunuh kakak kandung-ku sendiri. Dia sudah kelewat batas!” Raut wajah Soojung berubah menjadi kesal dengan kedua tangan yang menangkup wajahnya. Terlihat menyedihkan.

Jongin menatap sahabatnya miris. Dia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Haruskah dia membawa Soojung lari dari rumahnya demi menghindari misi perjodohan konyol kakak-nya sendiri. Tidak mungkin!

“Sepertinya aku punya ide!” ucap Soojung tiba-tiba, Jongin merasakan tidak enak dalam dirinya.

“Bagaimana jika kau berpura-pura menjadi kekasihku? Kita bisa membatalkan perjodohan ini kan?” benar saja! Sebuah ide gila keluar dari mulut seorang Jung Soojung. Gadis cuek yang tidak pernah peduli akan sebuah hubungan percintaan, tiba-tiba mengajak Jongin untuk berpura-pura menjadi kekasihnya. Hey! Hanya orang idiot yang akan percaya akan hal itu.

“Baiklah, dan keesokan harinya, Ibumu akan memanggangku sebagai menu baru ditoko kue-nya” jawab Jongin. Soojung terdiam. Sepertinya memang sudah tidak ada lagi jalan keluar untuknya menghindari perjodohan gila ini.

“Sudahlah. Kita pikirkan lagi nanti bagaimana solusinya. Lebih baik kau tidur, ini sudah malam.” ucap Jongin, yang diiringi anggukan dari Soojung.

♥Xxxxxxxxxxxxxx♥

Pagi ini terlihat berbeda. Soojung bangun tanpa suara Ibu-nya yang selalu menjadi alarm alaminya. Rumahnya terlihat sepi. Apa orang-orang telah pergi meninggalkannya? Tidak mungkin. Dengan langkah cepat Soojung keluar dari rumahnya. Namun dia masih belum bisa menemukan Ibunya ataupun kakak-nya. Kemana mereka? Batin Soojung. Terlintas dalam benaknya, toko-kue. Mungkin mereka sedang berada disana? Tapi apakah sepagi ini? Mengingat sekarang masih pukul 6 pagi, tak biasanya mereka sudah berada di toko.
Terlihat dari kejauhan, sebuah mobil sport berwarna hitam terparkir depan didepan tokonya. Tak jauh dari mobil itu pun berjejer beberapa koper. Siapa yang hendak pergi?
Soojung melangkah masuk kedalam toko, dan langsung menemukan keberadaan Ibunya.

“Ibu….Siapa yang ingin keluar negeri?” tanyanya.

“Tidak ada” jawab ibunya santai, sambil mengelus rambutnya.

“Lalu mobil itu? Dan koper-koper disana?”

“Pagi ini Seunghyun akan kembali ke Seoul”

Oh Tuhan ini sungguh berita bagus! Lelaki ‘tua’ itu akan kembali ke Seoul, itu artinya dia tidak akan melihatnya lagi.

“Benarkah? Haha akhirnya” Soojung tak bisa menyembunyikan kebahagiannya.

“Apa sebahagia itu kau ingin meninggalkan Ibu?”

Tunggu! Siapa yang akan meninggalkan Ibunya? Bukankah Seunghyun yang akan pergi?

“Maksud Ibu?!”

“Kau akan ikut dengan Seunghyun ke Seoul. Semua barangmu sudah disiapkan. Hari ini kau akan pergi meninggalkan Daejeon, dan meninggalkan Ibu.”

“Maaf bu, tapi aku tidak mengerti. Sebenarnya apa yang terjadi?”

Berkali-kali Soojung mengumpat dalam hatinya. Peristiwa gila apa lagi yang sedang menimpa dirinya saat ini.

“Aku pikir Seungri sudah memberi tahumu tentang hal ini.” Soojung mulai mendengar penjelasan Ibunya “Orang tua Seunghyun ingin mengenalmu, mereka sudah tahu tentang rencana perjodohan diantara kalian. Lalu kami memutuskan kau untuk ikut Seunghyun ke Seoul. Dan kebetulan kau sedang libur kuliah, jadi kau bisa menghabiskan banyak waktu dengannya disana dan mengenal satu sama lain. Kau tidak usah khawatir, Seungri akan selalu mengunjungimu di akhir pekan.” Lanjut Ibunya panjang lebar.

Seseorang tolong bantu soojung untuk mengakhiri hidupnya yang kini terasa begitu kejam.

“Kenapa kalian selalu memutuskan sesuatu tanpa sepengetahuanku?” Kini Soojung mulai menangis.

“Maafkan Ibu. Tapi ini demi kebaikanmu”

Semuanya telah berakhir. Bagi Soojung tak ada lagi alasan untuk hidup. Meninggalkan Daejeon adalah hal terburuk yang pernah dia alami dalam hidupnya. Kini dirinya tengah terduduk, tepat disamping seorang pria yang masih terasa asing baginya. Butuh waktu 2 jam perjalanan yang di tempuh dari Daejeon menuju Seoul, namun terasa seperti 2 tahun bagi Soojung karena harus satu mobil dengan pria yang orang-orang bicarakan akan menjadi calon suaminya. Apabila mengingat itu rasanya ia ingin muntah.

Tak ada percakapan. Suasana begitu canggung. Soojung masih tak percaya ketika Ibunya yang dengan mudahnya menyerahkan anak bungsunya kepada seorang laki-laki ‘tua’.

Tiba-tiba Suara ringtone ponsel memecahkan keheningan diantara mereka. Soojung tahu bahwa itu bukan suara ponsel miliknya. Jadi dia memilih untuk tetap diam, setidaknya pemandangan diluar lebih baik dibanding laki-laki yang sedang duduk disampingnya—menurutnya.

“Halo?”
Soojung memejamkan mata ketika kembali mendengar suara berat itu.

“Aku sedang dalam perjalanan menuju Seoul.”
Apa itu Ibunya? Batin Soojung.

“Tentu saja, Aku juga merindukanmu sayang.”

DEG! Sayang?

“Maaf aku tidak bisa menjemputmu dibandara.”

Tak disangka seorang pria dingin bernama Choi Seunghyun bisa berbicara dengan nada manja seperti ini, menjijikan! Pikir Soojung.

“Baiklah sampai ketemu nanti.”
Soojung mulai menirukan suara pria disampingnya itu dengan gaya mengejek.

Setelah sambungan terputus, soojung menoleh menatap Seunghyun.

“Cih- manis sekali.” ucap Soojung sedikit menyindir. Kini giliran Seunghyun yang menatapnya.

“Memangnya salah jika bersikap manis kepada kekasih sendiri?” balas Seunghyun santai.

Seperti ada ribuan jarum yang menusuk hati Soojung sekarang.
Kekasih katanya? Lalu Soojung siapa? Oh tunggu! dirinya memang bukan siapa-siapa? Tetapi bukankah mereka sudah dijodohkan? Dan Untuk apa dia ikut ke Seoul? Ah tapi, apakah Seunghyun sudah setuju tentang perjodohan ini? Atau selama ini hanya Soojung yang berkorban, sedangkan Seunghyun memiliki kekasih dan tak pernah peduli? Haruskah Soojung meminum racun sekarang? Rasanya mati lebih baik.

 

 

 

TBC ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s