Cause You’re the Apple to My Pie [TOP-KRYSTAL FF/ CHAP1/ 2015]

Standard

mini_caramel_apple_pie_234

Title : Cause You’re the Apple to My Pie
Author : Winter
Genre : Romance, Crack, Comedy?
Length : 1 of ?
Main Cast :
• Choi Seung hyun a.k.a TOP
• Jung Soojung a.k.a Krystal Jung

Disclaimer : The casts is not mine, they’re belong to their management, their parents and God. But the plot is mine.

♥Xxxxxxxxxxxxxx♥

Daejeon pukul 4 sore. Seorang gadis cantik baru saja keluar dari sebuah pasar. Langkahnya sedikit terburu-buru ketika melihat awan Kota yang terlihat gelap, siap menumpahkan isinya kepada siapapun dimuka bumi. Matanya tertuju pada sebuah halte bus yang terletak diujung jalan. Kalau saja bukan karena bungkusan plastik-plastik apel yang memenuhi tangannya mungkin saja dia bisa berlari lebih cepat menuju halte.

Disinilah dia sekarang, Jung soojung, gadis berusia 19 tahun, terdiam disebuah halte bus kota Daejeon yang sedang diguyur hujan lebat sore ini. Soojung diam-diam menyumpah-nyumpah, baik pada hujan yang sebetulnya tidak bersalah sama sekali, maupun pada ibunya yang telah menyuruhnya berbelanja buah apel untuk keperluan toko kuenya. Namun semuanya tidak akan lebih buruk jika dia tidak lupa membawa ponselnya. Helaan nafas panjang keluar dari bibirnya, ia rasa hari ini benar-benar menjadi hari kesialan untuknya.

Diam-diam sudut matanya tertuju pada sesosok pria tinggi dengan kaca mata hitam yang menghiasi wajah dengan garis cukup tegas sedang berdiri tak jauh darinya. Dari penampilannya Soojung bisa menarik kesimpulan bahwa pria ini bukan berasal dari Daejeon. Ah tapi bukan itu yang menjadi perhatiannya sekarang. Pria itu sedang menggenggam sebuah ponsel. Ayolah, dia membutuhkan ponsel itu untuk menghubungi ibunya sekarang. Perlahan namun pasti, Soojung kini benar-benar telah berdiri disamping pria itu. Dari dekat terlihat bahwa usia pria ini jauh diatasnya.
Sedikit berdehem, namun pria itu tak bergeming.

“…..Permisi….” Soojung memberanikan diri, sang lawan bicara masih tetap diam.

“..Maaf tuan….” Kali ini Soojung mengeraskan suaranya.

Pria berkaca mata itu pun menoleh. Kali ini Soojung yang terdiam, otaknya kembali berproses kalimat apa lagi yang harus dia ucapkan.

“Apa kau ingin apel?” Bodoh! Pertanyaan terbodoh yang pernah dia lontarkan. Apa Soojung telah berubah menjadi seorang nenek sihir yang menawari sebuah apel kepada Snow White? Atau dia berniat untuk menukar apel dengan ponsel?

Pria itu pun kembali mendiaminya. Soojung mulai kehilangan akal. Ini pertama kali untuknya berbicara kepada orang asing. Soojung dikenal sebagai gadis dingin terhadap orang yang tidak dikenalnya. Namun kali ini berbeda. Keadaan mendesak. Dia harus mengubur dalam-dalam sifat dinginnya.

“Baiklah… bolehkah aku meminjam ponselmu? Eum, begini, Aku lupa membawa ponselku dan sekarang aku harus menghubungi ibuku. Sebagai gantinya kau boleh membawa beberapa apel merah yang aku bawa. Secara gratis” tak disangka Soojung berbicara panjang lebar dalam satu nafas.

Pria itu pun akhirnya memberikan ponselnya kepada Soojung tanpa berkata apapun. Apa dia bisu?
Tanpa pikir panjang Soojung pun segera menghubungi ibunya.

“Hallo~ Ibu. Iya ini aku, Soojung!” ujarnya ketika teleponnya sudah diangkat oleh seseorang di sebrang sana. Raut wajahnya berubah menjadi kesal ketika ibunya justru tak henti mengomel prihal ponsel yang tertinggal.

“Ibu.. mengomelnya nanti saja. Aku sudah mendapatkan apelnya. Dan sekarang aku sedang meminjam ponsel orang lain. Si bodoh Seungri itu belum tiba juga, bisakah Ibu saja yang menjemputku sekarang? Aku terjebak di halte bus tak jauh dari pasar?” mungkin kini sudah menjadi keahliannya berbicara panjang lebar dalam satu nafas.

“Apa tidak bisa? Baiklah aku akan tetap menunggu disini” sambungan terputus. Soojung mendengus kesal. Tak lupa dia segera mengembalikan ponsel milik pria asing itu. Sudah menjadi nasibnya memiliki kakak yang gemar datang terlambat.

Soojung sedikit menghentak-hentakan kakinya. Sudah lebih dari 15 menit dia menunggu seseorang yang tak kunjung datang ditengah hujan seperti ini. Tangannya mulai merasa pegal, karena harus membawa banyak apel. Tanpa disadari seseorang tengah memperhatikan kegiatannya sekarang.

Tak lama sebuah mobil hitam melaju cepat menuju halte. Soojung sudah sangat hafal dengan mobil itu, ‘akhirnya dia datang’ ucapnya dalam hati.

Mobil pun berhenti tepat di depan soojung berdiri. Kacanya perlahan terbuka menampilkan sesosok pria dengan rambut pirang nyaris putih dengan senyuman yang terlihat bodoh–mungkin.

“Heyho…. Maaf terlambat. Aku harus mengirim pesanan terlebih dahulu. Ayo naik”
Soojung berniat untuk mengomeli pria pirang yang tak lain adalah kakaknya itu habis-habisan, setidaknya yang terpenting sekarang dia harus masuk kedalam mobil terlebih dahulu. Namun ketika dia hendak memasuki mobil, seseorang menghalangi..

“Hey! Apa yang kau lakukan?” ucap Soojung terkejut. Pria yang telah meminjamkan ponsel untuknya tiba-tiba ikut masuk kedalam mobil.
Tanpa jawaban pria itu malah mengambil kursi bagian depan.

“Hey tuan. Apa kau gila memasuki mobil orang dengan seenaknya?” ucap Soojung emosi. Ternyata selain bisu, pria ini pun mengidap gangguan jiwa, pikirnya.

“Soojung ah~ dia ini teman ku. Aku kesini untuk menjemput kalian berdua.” Kali ini ucapan kakak-nya membuat Soojung semakin bingung.

“Ayolah, kau duduk dibelakang. Aku akan bercerita nanti”

Selama perjalanan gagal rencana Soojung untuk mengomeli makhluk pirang yang sudah datang terlambat menjemputnya. Karena faktanya didalam mobil justru kakak-nya lah yang mengambil alih perbincangan diantara mereka, walaupun soojung memilih untuk tidak menanggapinya.

“Tak ku sangka kau datang lebih cepat, dan lebih dulu bertemu dengan adik-ku”

Kini perhatian soojung tersita kepada dua laki-laki di hadapannya. Sesekali matanya melirik ke arah pria, yang duduk disamping kakak-nya itu. Ternyata namanya adalah Seung hyun, Choi Seung hyun, pria berumur 27 tahun, Dia adalah sahabat Seungri yang datang dari Seoul. Alasannya datang ke Daejeon adalah, karena Seungri memintanya untuk menolongnya membuka cabang toko kue miiknya. di Seoul. Soojung senang mendengar ada seseorang yang ingin membantu mengembangkan usaha keluarga miliknya itu.

“Begitulah..” soojung bersyukur bahwa seungyoon tidak benar-benar bisu. Dia bisa berbicara, hanya saja sangat irit.

“Apa dia merepotkan?” Tanya Seungri.

“Dia banyak bicara. Sama sepertimu” Sontak Soojung terkejut mendengar jawaban pria yang sudah meminjamkan ponsel untuknya itu. Apa dia bilang? Banyak bicara? Hey! Yang benar saja.

“Benarkah? Wah tak biasanya Soojung banyak bicara kepada seseorang yang baru dikenalnya” kini si pirang mulai tertawa.

“Aku bahkan tak mengenalnya” ucap Soojung ketus. Seung hyun menoleh, menatapnya, lalu terseyum. Soojung butuh beberapa detik untuk menangkap itu. Tak ada lagi kaca mata hitam yang menghalangi, kini wajahnya terlihat jelas. Bahkan senyuman itu seolah akan menjerat siapapun ketika melihatnya. Buru-buru Soojung mengalihkan pandangannya dari Seunghyun. Tak ingin terperangkap dalam suasana canggung yang diciptakannya sendiri.

“Hilangkan sifat jutekmu Soojung ah, dia adalah tamu kita dan akan menginap dirumah, selama beberapa hari kedepan”

“Mwo?!”

♥Xxxxxxxxxxx♥

“Soojung-ah Ireona!”
Soojung terperanjat kaget, ketika mendengar suara 8 oktaf milik ibunya ketika berusaha membangunkannya itu.

“Arraso!” teriaknya tak kalah kencang.
Oh ayolah ini masih pagi. Dan ini hari minggu. Tak bisakah dia tidur lebih lama lagi? Jawabannya adalah tidak. Selama dia masih tinggal bersama ibunya, yang selalu menyuruhnya untuk bangun pagi.
Setelah membersihkan diri Soojung berjalan menghampiri ibunya yang terlihat sibuk.

“Selamat pagi ibu-ku” ucapnya ceria, dan tak lupa untuk mengecup singkat pipi wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya.

“Tak usah bersikap manis. tidak ada jatah libur untukmu hari ini. Bantu ibu untuk mengurus toko.” Ucap Ibunya, Soojung mulai mempoutkan bibirnya.

“Baiklah, lagipula memang kapan ibu pernah memberiku libur? Bahkan aku tak ada bedanya dengan karyawan ditoko.”

“Memiliki karyawan bukan untuk membuatmu bermalas-malasan, Soojung-ah. Kau sudah besar, dan akan segera mengambil alih usaha keluarga kita”

Soojung terdiam mengerti. Sepeninggalan ayahnya, memang Soojung sudah terbiasa bekerja keras bersama kakaknya–Seungri, untuk membantu ibunya ditoko kue milik keluarganya itu.

“Ibu sibuk mendata keuangan toko. Ada seorang klien yang ingin bertemu. Seungri berpesan bahwa kau yang akan menemuinya. Dia sudah ada di toko sedang menunggumu.”

“Klien? Kenapa harus aku?”

“Kakakmu sedang pergi mengantar pesanan, hanya kau yang bisa di andalkan”

Soojung mulai melangkahkan kakinya menuju toko. Jarak antara toko dan rumahnya hanya beberapa meter saja. Terus berbicara dalam hati, hal apa yang akan dibicarakan kepada Klien nya nanti? Soojung tak begitu mengerti soal hal ini. Biasanya dia hanya membantu didapur. Membuat Pie apel, kesukaannya.

Selama perjalanan dia teriangat akan sesuatu. Seseorang yang berhubungan dengan apel. Mengingat-ingat apa yang telah terjadi dihari sebelumnya.

Gotcha!

Choi Seung Hyun. Sahabat kakak-nya itu. Dia belum melihatnya sedari pagi. Apa dia sudah kembali ke Seoul? Ah Entahlah, untuk apa dia peduli.

Soojung menatap lawan bicaranya yang ada dihadapannya dengan canggung. Seharusnya dia sudah curiga, ketika kakak-nya berpesan yang dimintai untuk bertemu dengan klien tokonya itu. Laki-laki dihadapannya terlihat santai seolah menunggunya menguanggapkan satu kata.

“Ummm..” sebuah gumaman keluar dari mulut Soojung . “Aku kira kau sudah kembali ke Seoul”

Sial! Kenapa justru kata-kata itu yang keluar? Batin Soojung.

Tapi mau bagaimana lagi, tak seharusnya dia melakukan pertemuan mendadak dengan pria berhati dingin seperti Choi Seung Hyun. Tak disangka Klien toko nya itu ternyata adalah dirinya.

“Kenapa kau yang datang? Dimana Seungri?” Soojung hampir saja menyemburkan tehnya, mendengar deep voice milik Seunghyun.

“Ne? Dia sedang mengantar pesanan” jawabnya gugup.

“Kenapa dia harus menyerahkan masalah bisnis kapada anak kecil’’ mungkin maksud Seunghyun adalah melakukan monolog, namun tak disangka Soojung pun mendengarnya. Anak kecil? Omong kosong macam apa itu? Pria batu es ini saja yang terlalu tua.

Soojung merasa dirinya telah dijebak, ia pun segera merogoh ponselnya yang berada disakun mantelnya, kemudian mengetik pesan kepada seseorang.

-mati kau Jung Seungri!-

-hahaha apa kau menikmatinya?-

-Kau gila?!-

-hahaha maaf, nikmati saja kencanmu, Seunghyun orang yang menyenangkan jika kau sudah mengenalnya-

Mata soojung terbelalak

-kencan katamu? Apa yang kau rencanakan bodoh?!!-

-hey sopan sedikit. Aku ini kakakmu. Sudahlah aku sibuk. Sampai nanti adik ku sayang-

-sumpah mati setelah ini aku akan membunuhmu!!-

Soojung mencuri pandangan kepada lawan bicaranya. Ia menghela nafas. Kembali menaruh ponselnya didalam saku. Lagi, dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan kepada Seunghyun.

“Jadi bagaimana selanjutnya?” tiba-tiba Seunhyun mengintsrupsinya.

“Sepertinya aku telah dijebak”

“Maksudmu?” Tanya Seunghyun bingung.

“Seungri oppa telah merencanakan sesuatu diantara kita” jelas Soojung. Haruskah dia memberitahunya? Ini memalukan!

“Dia menginginkan kita untuk…..” Soojung menggantung ucapannya.

“Ya?” Seunghyun mulai menatapnya intens. Rasanya Soojung ingin melompat dari atas gedung.

“Berkencan?”

TBC

hohohohoho….. finally…after very very long hiatus im back!!!

Btw i just write what i want, but if u want to give me some review im so glad with it. see ya in the next chapter! Annyeong^^

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s